Assalamu'alaikum sahabat..
Piye Kebare??
*** (gambar belum bisa ditampilakan)
Ada yang tau gambar di atas itu gak?
Ehmm... Kayaknya tau deh, tapi apa ya? Duh jadi flashback masa kecil nih.. Dulu selalu main sama temen-temen, nyari pletusan. Terus dilempar ke air yang suaranya paling besar dia yang menang.
Di masing-masing daerah tanaman ini dikenal dengan nama yang berbeda-beda. Orang lokal biasa menyebutnya Pletikan, Pletekan, Pletusan atau Ceplesan, Ceplikan (Jawa). Di Lampung namanya Kencana Ungu, cantik ya namanya... Orang Melayu mengenalnya sebagai bunga Rumpai. Untuk daerah lain sih belum diketahui namanya.
Dan kalaui ditelusuri dari istilah Biologi ( botani khususnya ) nih adalah sebagai berikut sahabat:
Spesies: Ruellia tuberosa L.
Genus: Ruellia
Famili: Acanthaceae
Ordo: Scrophulariales
Sub Kelas: Asteridae
Kelas: Magnoliopsida (berkeping dua / dikotil)
Divisi: Magnoliophyta (Tumbuhan berbunga)
Super Divisi: Spermatophyta (Menghasilkan biji)
Subkingdom: Tracheobionta (Tumbuhan berpembuluh)
Kingdom: Plantae (Tumbuhan)
Spesies: Ruellia tuberosa L.
Genus: Ruellia
Famili: Acanthaceae
Ordo: Scrophulariales
Sub Kelas: Asteridae
Kelas: Magnoliopsida (berkeping dua / dikotil)
Divisi: Magnoliophyta (Tumbuhan berbunga)
Super Divisi: Spermatophyta (Menghasilkan biji)
Subkingdom: Tracheobionta (Tumbuhan berpembuluh)
Kingdom: Plantae (Tumbuhan)
Tanaman yang hidup di daerah tropis ini memliki ciri-ciri berdaun lebar dan tipis. Memiliki bunga berbentuk seperti terompet berwarna ungu. Dan memiliki biji terpisah, dengan bentuk lonjong berwarna hijau dan saat tua berubah menjadi kecoklatan. Nah, biji yang sudah tua inilah yang dijadikan sebagai petasan air.
Cara memainkannya cukup mudah sahabat, hanya dengan melemparkannya ke air tunggu beberapa detik. Bijinya akan meledak. Mau di coba?? Monggo silakan.. Tapi hati-hati ya jangan terlalu dekat, takutnya nanti kena mata, kan bahaya.
Tanaman yang tinggi batangnya tidak lebih dari 30 cm ini seringkali kita dapati tumbuh liar di pinggir-pinggir jalan, di pinggir got, di jalan pematang sawah atau di lahan-lahan kosong lainnya.
Karenanya keberadaannya itu sahabat, tanaman pletusan ini sering kali disepelekan orang.
Tapi apakah hanya sebagai petasan saja? Tentu tidak. Di Indonesia sendiri, pletusan ini sering dijadikan tanaman obat secara tradisional. Beberapa penyakit yang dipercaya dapat disembuhkan dengan menggunakan ramuan daun Pletusan ini. Selain mengandung senyawa yang berkhasiat menurunkan gula darah , daun Pletusan ampuh untuk mengobati loka borok dikarenakan penyakit diabetes atau kencing manis dan juga ampuh untuk mengobati penyakit kencing batu.
Tapi juga mengkonsumsi ramuan daun Pletusan yang berlebihan juga bisa sangat berbahaya. Pada riset yang dilakukan terhadap mencit, Daun pletekan mengandung suatu senyawa Senobiotik yang berbahaya bagi fungsi hati dan ginjal. Karena itu penggunanan ramuan dari pohon Pletekan ini haruslah hati-hati.
Gimana sekarang? Dah tau kan petasan air tradionalnya.. Juga manfaatnya, dan sebenarnya sahabat manfaatnya tidak hanya itu saja. Masih banyak lainnya.. Tapi saya tidak menjelaskannya secara khusus.

0 Comments:
Post a Comment