Taman
Lope-Lope. Pernah dengar namanya? Hihihi… dari namanya saja sudah terdengar
cukup lucu. Mungkin maksudnya ingin menyebutkan love alias cinta, dipelesetkan
jadi lope.
Tapi di
situlah salah satu daya tarik taman ini, kita jadi penasaran dan ingin mendatanginya.
Terutama yang sedang jatuh cinta ya…? Hmmm…
Taman
ini berlokasi di kawasan Kecamatan Hamparan Perak, Kabupaten Deli Serdang,
Sumatera Utara. Bisa ditempuh dari Kecamatan Medan Marelan, Kota Medan,
jaraknya dari Marelan sekitar 20 km atau 40 menit perjalanan, atau kalau dari
pusat Kota Medan sekitar 1,5 jam perjalanan.
Mendengar
info adanya taman tersebut, kami berdua meluncur ke sana di masa libur semester
beberapa waktu lalu. Sekalian cari objek untuk foto selfie, hehehe…
Bagi
kami yang cewek-cewek, dengan mengendarai sepedamotor berboncengan, jarak
tersebut lumayan jauh dari rumah kami di Marelan, tapi setelah sampai di sana
rasa capek terobati. Karena bisa menemukan sebuah taman cantik yang membuat
kita ingin berlama-lama untuk duduk atau mengabadikan banyak momen.
Ukuran
taman yang hampir setahun berdiri ini tak terlalu luas, berada di
halaman belakang rumah seorang warga. Tapi pemiliknya menata taman dengan tema
yang unik, yaitu penuh dengan simbol cinta alias love yang berbentuk
hati. Makanya nama taman jadi Lope-Lope.
Kami
mendapati, mulai dari gerbang masuk ke taman, kita sudah disuguhkan dengan
bermacam-macam hiasan berbentuk hati. Seperti pagar dengan papan yang berbentuk
love, batu-batu kecil yang disusun menjadi dua hati layaknya menggambarkan
perpaduan sepasang kekasih, juga berbagai tanaman yang berbentuk sama.
Ada
juga batu yang berisi nama-nama pasangan yang pernah datang ke taman itu,
biasanya pasangan yang datang sengaja menuliskan nama mereka di situ, sebagai
pertanda atau kenang-kenangan.
Nah,
setelah memasuki taman, kita akan lebih banyak lagi menemui hal yang
berhubungan dengan cinta atau love. Contohnya saja dua sepeda ontel zaman dulu
yang diberi nama sepeda kesetiaan, diletakkan di atas batu yang bertuliskan
‘Aku Kamu’ yang juga berbentuk hati, dan batu ini juga sering menjadi sasaran
para alayers yang ingin berselfie ria.
Beberapa
joglo dengan nama-nama unik seperti Joglo Perhatian, Joglo Kebersaman, dan
nama-nama unik lain. Terlihat dua bangku yang salah satunya terukir nama
‘Poniran dan Tukiyem’. Jadi, bukan anak-anak remaja zaman sekarang saja
yang bisa menikmatinya, anak remaja zaman dulu yang asal kampung juga bisa lho,
hehehe….
Pingin
bersantai sambil bermain? Disediakan ayunan kasih sayang yang dibangun dari
gabungan bambu dan karet ban bekas. Lalu jembatan kasih sayang yang berada di
tengah sebuah danau love mini buatan. Di lain sisi ada juga danau yang
ukurannya lebih besar, dan lagi-lagi berbentuk hati.
Bukan
cuma keindahan dan kesan romantis, pengunjung juga bisa mendapatkan rasa tenang
dan nyaman berlama-lama di aman ini. Karena letaknya yang jauh dari jalan, jadi
suara-suara bising kuda besi alias kendaraan bermotor tidak akan menggangu.
Sangat cocok untuk yang ingin sekadar duduk santai atau piknik sambil menikmati
keasrian taman.
Cobalah
kalian yang sudah bosan dengan segala macam kesibukkan kota, sekali-kali mampir
ke sana untuk melepas lelah.
Apalagi
– yang satu ini penting diketahui – untuk masuk ke taman benar-benar free alias
tidak dikenakan biaya apapun. Pemiliknya benar-benar sukarela memperlihat kan
taman indah miliknya ke masyarakat. Paling bagi kamu-kamu yang membawa
kendaraan, akan dikenakan biaya parkir Rp 3.000, tak mahal namun kita bisa di
sana dalam jangka waktu tak terbatas.
Bagi
kamu yang punya pasangan, bisa memilih Taman Lope-Lope untuk bersantai di akhir
pekan. Eits…tapi bukan berarti yang tidak punya pasangan tak boleh ke sana ya.
Dengan teman kan bisa juga, seperti kami ini…
[Tulisan ini sudah pernah dipublish sebelumnya di gnews.online bersama Hayatus Salmi]
















0 Comments:
Post a Comment