Monday, August 22, 2016

My Trip to Pandang Island

Assalamua’alaikum ketemu lagi sama tulisan saya di sini…

Setelah lelah belajar selama setahun dan berjuang keras menyisihkan uang jajan selama setengah tahun untuk ditabung di sekolah. Akhirnya terbayarkan juga  dengan jalan-jalan ke, ke…………. PULAU PANDANG, yeeeeeee… hore… jalan-jalan….. ih, kok jadi lebay gini ya.

Gini awal mula kenapa bisa kenapa bisa sampai Pulau Pandang. Diawal tahun 2016 tepatnya di bulan Januari. Guru saya  datang ke kelas bawa kabar bahwa kami akan liburan. Dan untuk uang liburannya itu bisa ditabung sampai mendekati hari H. Karena gak mau ngerepoti orangtua, dank arena saya kategori siswi mandiri. *air laut asin sendiri* Akhirnya saya mengambil keputusan kalau saya akan merelakan setengah  uang jajan saya yang lima ribu tiap harinya , untuk ditabung.

Setengah tahun kemudian….

“17 Agustus taon 2016, itulah hari kemerdekaan kita kami, hari merdeka siswa dan siswi, harinya kami mau jalan-jalan, merdeka, sekali merdeka tetap merdeka, karena sebentar lagi mau jalan-jalan.”

saat perayaan 17 Agustus 2016 di SMK BBC Medan
bersama dua sahabat

Gaje ya lagunya? Emang sih.  Oke lanjut cerita saya tadi. Kami pergi di tanggal 19 Agustus. Titik kumpulnya pastinya di sekolah. Dari rumah saya berangkat sore ke sekolah, biar gak telat dan karena sebelumnya guru bilang kalau jam 7 belum sampai sekolah bakal ditinggal. Kan kacau, bakal sia-sia selama setengah tahun saya jarang jajan, terus cuma gara-gara telat batal jalan-jalan.
sebelum keberangkatan ke pulau pandang

Dan ternyata sesampainya di sekolah, baru ada dua teman saya. *jam Indonesia selalu ngaret* Detik demi detik,menit demi menit, jam demi jam, akhirnya kami berangkat jam 9 malam. 

Sempat berhenti sebentar di perbaungan untuk sekedar istirahat sama buang air.
Seftya Ary Susanty-Rumiati Dilla-Ika Inta S.


Saat bus kami di Tebing Tinggi dan jalanannya itu berbatu saya iseng foto temen saya lagi tidur.
hahaha, ini hasilnya


Anteng bangetkan tidurnya. Saya kalo lagi dalam perjalanan kayak gitu udah gak bisa konsen tidur. Jadi sepanjang perjalanan saya dengeri musik sambil nyanyi-nyanyi.

Sekitar jam 4, bus kami sampai di pelabuhan tanjung tiram, batubara. Dan harus nunggu kapal datang untuk bawa kami ke tempat tujuan. Setelah satu jam, kalo saya gak salah kira, kapal yang mau kami tumpangi datang juga.
Cuma dapet satu


Wah,serem-serem gitu mukanya, hahaha

Di Pelabuhan Tanjung Tiram,, haha pake flsah fotonya

Dan segeralah kami otw ke pulau pandang, dan suasana laut masih gelap-gelap gitu. Yang saya takutkan adalah, gimana kalo nanti nyasar dan . Di laut kan gak ada rambu-rambu lalu lintas. *hehe becanda*

Setelah ribuan detik saya menatap lautan. Saya melihat sebuah pulau yang saya pikir kami akan ke sana, dan ternyata Cuma numpang doang. Nama pulaunya Pulau Salah Namo. Ternyata pulau kami masih jauh lagi.
pulau salah namo


Yaudah sambil nunggu kita foto-foto dulu aja dulu.

ciissss..
sekali lagi,, ciiis

Sebenernya, kami ini udah kena marah karena foto-foto gini. Takut kalau hpnya jatuh. Kan susah juga urusannya kalo sampai harus ngambil ke dasar laut.

 Singkat cerita, karena saya bingung harus tulis apa lagi. Masak dari atas nulisnya setelah itu, setelah ini... Kami sampai di pulau pandang. Horeeee, sampai juga. *sudah lelah adek bang, haha*

Apa saja yang kami lakukan di pulau pandang banyak. Tapi gak semua bisa saya abadikan lewat foto hanya ingatan saja. *hehe* Kenapa? Karena listrik di sana hanya ada saat malam hari. Dan baterai hp saya habis. Tapi ada beberapa foto juga kok yang diambil pakai kamera digital.

Hari pertama saya cuma bisa foto-foto dikit saja, karena keadaan yang tidak memungkinkan.


Seftya and Someone, haha

Pengen kayak yang lain, ada yang nulisin nama di pasir
Tapi saya buat sendiri

Ayo loncat
hahaha
main-main di pulau pandang

Setelah berfoto-foto sebentar, kami melanjutkannya dengan tracking ke batu belah, yang dianngap keramat oleh orang-orang Tionghoa. Yang katanya kalian bisa permohonan dengan menjanjikan sesuatu di batu belah itu. Saat permohonan kalian terjadi, kalian harus kembali dengan membawa sesuatu yang dijanjikan tadi dan meletakkan persembahan itu di batu tersebut. Seperti bernadzar gitu. Tapi kalau saya mah tetap yakin sama kuasanya Allah SWT.

Gak semuanya ada di sini sih, beberapa ada yang gak bisa naik karena kakinya sakit
Niatnya mau berdua aja sama Sir Sueb
Tapi si kawan dua itu malah ikut-ikutan

Habis itu kami seru-seruan bareng dengan main games.


Hari kedua, saya bisa lebih banyak berselfie riaaa, karena malamnya hp saya dichaeger, hahaha.


Narsis sendirian juga gak apapa

Foto sama guru-guru yang kece nih
Saya yang paling depan


Udah keren belum saya, haha
Canon EOS650D F 3.5 Speed 1/60 sec ISO 400
Di hari kedua itu, kami tracking ke mercusuar. Cuman karena saya tidak membawa hp ataupun kamera. Saya cuma bisa numpang foto sama yang lain, jadi saya tidak punya simpanan foto saat di sana.

Setelah puas keliling-keliling dan main air. Sekitar jam berapa saya lupa. Yang pasti itu udah sore, kami mulai berkemas, mandi, beres-beresin barang bawaan. Setelah foto lagi.


Foto bersama kami sebelum pulang ke Medan
Keren kan?



Kurang lebih 11 jam kemudian….

            Sekitar jam 2 pagi, kami sampai di sekolah alias udah balik lagi ke Medan. Ada yang nginap di sekolah, dan ada juga yang langsung dijemput sama keluarganya. Kalau saya begitu turu bus langsung naik lagi ke kereta, karena udah dijemput sama bapak.

Oke, itu tadi pengalaman saya, main-main ke Pulau Pandang. Terima kasih yang udah mau mampir dan baca tulisan saya di blog ini.

Wassalamua'laikum, sampai ketemu di tulisan saya selanjutnya.. Bye bye..

0 Comments:

Post a Comment