Friday, September 8, 2017

Menyambangi Kampung Sampah

Tahun sebelumnya saya bersama tim Teenage Picture memproduksi sebuah fim pendek fiksi yang berjudul Pilih Jalanmu dalam rangka mengikuti Festival Fim Anak 2016. Tapi tahun ini berbeda, kali ini saya bergabung dalam tim Rumah Film Kampung untuk memproduksi sebuah film dokumenter untuk mengikuti event yang sama.

Berbeda genre, berbeda pula tantangannya. Hal itulah yang saya rasakan. Dokumenter, berarti kita mengambil gambaran yang sudah ada, bukan membuat sesuatu yang tidak ada menjadi ada.
Dan tema FFA 2017 ini adalah Bisnis Dan Hak Anak. Awalnya sempat bingung dengan tema dan beberapa sub-tema yang ada. Tapi akhirnya diputuskan produksi akan dilakukan di Pulo Nibung.
Mendengar Pulo Nibung, pasti sebagian orang akan langsung berfikir tentang sampah. Memang, Pulo Nibung adalah sebutan untuk kawasan yang berada di sekitar TPA (Tempat Pembuangan Akhir) Terjun, Marelan.

Lebih jelasnya lagi, Pulo Nibung adalah tempat pembuangan sampah terbesar di Kota Medan. Dan sebagian besar warga yang tinggal di pemukiman Pulo Nibung ini bekerja sebagai pemulung.
Kenapa kami memilih Pulo Nibung? Tentu ada alasannya. Di tempat ini masih banyak orang yang tidak bisa merasakan pendidikan di bangku sekolah. Hal inilah yang nantinya ingin kami tunjukkan dalam film kami.

Apalagi anak-anak yang jumlahnya tidak sedikit. Mereka terpaksa ikut memulung untuk membantu orang tua. Untuk memenuhi kebutuhan mereka, seperti ‘uang jajan’.
Hal pertama yang kami lakukan adalah melakukan riset lapangan. Dan yang kedua adalah wawancara kepada beberapa orang.

Setelah menyelesaikan beberapa tahap, akhirnya kami melakukan produksi pada 06 September 2017.

0 Comments:

Post a Comment